Kelas Daring Kok Boring: Bagaimana Agar Menyenangkan?

Kelas Daring Kok Boring: Bagaimana Agar Menyenangkan?

Sudah hampir satu tahun, kita berada dalam kondisi pandemic-Covid 19. Tidak bisa dipungkiri oleh siapa pun bahaya yang datang dari virus mematikan ini. Tua muda, kaya miskin, di kota dan di desa harus sigap menanggapi situasi yang belum jelas kapan berakhirnya. Semakin banyak korban yang tertular virus tesebut semakin kita semua waspada dan menjaga diri dari kelalaian yang berakibat fatal bila kita tidak peduli dengan bahayanya. Semua sisi kehidupan kita pun mulai berubah 3600. Penyesuaian kondisi dengan yang sudah biasa kita lakukan ke dalam kondisi new normal membuat kita harus tetap bertahan dan mencari cara agar kita tetap dapat menjalankan kegiatan sehari hari. Ada yang di rugikan ada juga yang diuntungkan. Di dunia bisnis dan industri, goyangan ekonomi bagai hujan badai yang menggiring banyak karyawan serta buruh di rumahkan atau bahkan mendapat surat pemutusan kerja. Di dunia kerja, baik perusahaan ataupun perkantoran, pemberlakuan WFH atau shift kerja menjadi pilihan mutlak untuk tetap bertahan dari tsunami ekonomi. Begitu pun kondisi di lingkungan masyarakat kita. Pemberlakukan Lock down, penggunaan wajib masker, mencuci tangan dan social distancing mau tidak mau harus menjadi habitasi baru untuk memutus rantai penyebaran Covid 29. Terlebih lagi, dunia pendidikan pun harus menyesuaikan dengan kondisi “new normal” dengan memberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang mengandalkan teknologi daring untuk tetap menjalankan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tingkat satuan pendidikan. Banyak lembaga pendidikan yang juga sudah membuat rangkaian pendukung PJJ dengan menggunakan berbagai media dan fasilitas teknologi demi kenyamanan peserta didiknya. Berlepas dari kondisi saat ini, maka penyesuaian harus segera diberlakukan untuk mempertahankan kualitas kemampuan akademik mereka.

Segala sesuatu yang berbau New Normal juga harus menyesuaikan dengan kemampuan alat bantu yang memadai agar perjalanan mencapai target dapat terpenuhi dengan maksimal. Apapun itu, kita tidak boleh menyerah dengan keaadan saat ini, termasuk mereka yang sedang menuntut ilmu. Di mana saja, kapan saja dan siapa saja berhak mendapat pendidikan yang layak dan berhasil walaupun dengan cara PJJ. Apakah kita sudah merasa nyaman di zona New Normal saat ini atau apakah kita enggan beralih zona karena tetap saja kegiatan tatap muka itu memiliki tingkat keberhasilan meraih target belajar. Lalu bagaimana dengan kondisi yang sepertinya akan berlangsung lebih lama dan mewajibkan setiap orang untuk bergeser dari wilayah luring ke wilayah daring?. Mau tidak mau, suka ataupun tidak, kita harus mau melakukan penyesuaian, bukan perubahan. Penyesuaian yang paling dekat adalah dengan memanfaatkan teknologi dan dengan strategi serta kreatifitas penunjang agar kelemahan yang ditimbulkan dari zona baru itu dapat dikurangi.

Apakah kita mau mencoba menyesuaikan kondisi kita ke dalam situasi baru dan harus menjadi budaya baru yang menguntukan semua pihak. Sebagai pembelajar misalnya, ada beragam cara baru yang bisa kita terapkan dan bagikan untuk sama sama memetik hasil yang memuaskan. Apa yang harus kita sesuaikan, media apa yang bisa kita manfaatkan dan Bagaimana meyiasatinya. Berikut hal hal yang dapat kita coba lakukan dan biasakan agar dapat menerima “kejutan Budaya Baru” dan bisa mengendalikan teknologi secara bijaksana, efektif dan efisien.

Biasakan dengan teknologi

Teknologi memberikan kita kemudahan dalam mencapai tujuan. Di sisi lain, kita pun mendapatkan dampak buruk dari penggunaan gadget bila kita tidak cerdas memanfaatkannya. Teknologi yang paling mudah kita bawa ke mana mana adalah Gawai, Komputer jinjing serta Komputer meja. Sikap kita terhadap pemberlakuan “New Normal” saat ini adalah dengan membiasakan diri memanfaatkan kemudahan aplikasi yang terdapat di teknologi tersebut. Cara kita belajar dengan menggunakan fasilitas daring pun harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan fisik menerima segala kekurangannya. Di antara banyak media daring dalam penggunaan belajar, hal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan koneksi internet yang memadai serta jumlah data yang tersedia sehingga pembelajaran dapat berlangsung lancar tanpa gangguan teknis seperti hilangnya signal atau berhenti karena kehabisan data. Berikutnya, Ketersediaan fasilitas teknologi seperti gawai atau komputer jinjing yang mumpuni sehingga kita tidak tersedak dengan hambatan perangkat lunak dan keras.

Atur Strategi dan Siasati kelemahannya

Banyak keluhan yang mungkin timbul karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Untuk mengatasinya, kita perlu memperhatikan kelebihan dan kekurangan teknologi tersebut. Kemudian, kita atur strategi untuk mencapai target dan menyiasati kelemahannya. Ada banyak cara membuat strategi belajar via daring agar tetap   aman dan nyaman. Perhatikan sisi kesehatan, waktu penggunaan teknologi, serta antisipasi masalah yang akan timbul setelah penggunaan perangkat dalam waktu panjang berkelanjutan. Terapkan belajar sehat dengan memperhatikan posisi tubuh, kerja jari jemari ketika menggunakan perangkat. Ditambah lagi, perawatan fungsi mata yang harus diperhatikan karena berhubungan langsung dengan radiasi sinar yang ditimbulkan cahaya monitor atau layar gawai. Selanjutnya, bila waktu belajar sudah jelas, maka penggunaan media pun dapat disesuaikan. Mengambil jam istirahat sesaat untuk mengembalikan semangat dan fungsi kerja tubuh, mata serta otak dapat mengurangi resiko kelelahan.  

Buat Perencanaan dan Target

Rencana sangat membantu kita ketika menjalankan prosesnya. Kita dapat membuat jangka pendek dan panjang. Biasanya hal ini bergantung dengan kegiatan belajar yang sedang dilaksanakan. Agar sistematis dan terjadwal baik, kita perlu membuatkan peta belajar yang akan dilakukan sesuai target waktu. Bila penggunakan media daring lebih lama maka susunlah kegiatan pemeliharan; baik untuk kebutuhan kita sebagai pengguna, juga kebutuhan pemeliharaan perangkat keras. Begitu juga dengan target yang akan dicapai. Perhatikan langkah langkah pencapaiannya agar setiap target yang diraih, kondisi kita berada pada zona aman dan nyaman dan perangkat pendukung berada pada zona aman dan terpelihara.

Buat tabel kegiatan

Rencana yang baik dapat mencapai hasilnya bila kita membuat runutan kegiatan secara teratur. Semua yang akan kita kerjakan berpedoman pada peta belajar dan rincian kegiatannya. Hal ini perlu dilaksanakan agar kinerja kita pada saat proses belajar tidak tergesa gesa dan dapat dimonitor kemajuannya.

Evaluasi berkala

Tahap demi tahap rangkaian kegiatan belajar dengan media online tetap harus mendapatkan evaluasi atau penilaian bila apa saja yang kita kerjakan berada di jalur yang benar.

Banyak cara menuju sukses, banyak cara untuk meningkatkan belajar dalam suasana pandemik ini. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah dengan media daring. Media atau fasilitas yang kita gunakan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka beberapa hal perlu diperhatikan agar kegiatan tetap aman dan nyaman membuat perioritas yang dapat mendukung belajar menjadi menyenangkan tanpa meninggalkan sisi kualitas akhirnya yaitu habitasi teknologi, strategi belajar, perencanaan, tabel kegiatan dan yang juga penting adalah evaluasi. Selamat belajar dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan ya.

Leave a Reply